Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2014

Perdebatan Kita yang amat kurindukan


Bunyi denting sendok dan mug berwarna coklat yang beradu ketika aku mengaduk kopi hangat sepagi ini. Cappuccino dan caramel.
“Selamat pagi..”, Sapa Shema kepada Clara yang memasuki dapur dan duduk di meja makan berwarna putih di dekat jendela, memandang ke luar.
“Pagi..”, balas Clara dengan suara serak khas bangun tidur. Suara paling seksi sedunia.
Shema membawa dua mug berwarna coklat itu ke meja dan meletakkan mug berisi cappuccino di hadapannya sambil tersenyum semanis mungkin. Shema mengambil kursi di sebelah Clara dan ikut memandang ke luar jendela.
Clara tersenyum lalu menyesap kopinya.
“I miss you more”. Shema menyesap kopi lagi sambil tetap menatapnya.
“More?”
“Yeah..”, jawab Shema sambil meletakkan kopi di meja dan mengaduknya.
“How can you say more? You don’t even know how much I miss you. I’m the one who miss you the most”, Protes Clara
Shema tersenyum.
“Most? You don’t know how much I miss you either”, jawab Shema santai.
Clara mengerutkan kening.
“Then you shouldn’t say ‘more’..”, balas Clara
“That’s the fact, I miss you more”
“More than what?”, cecar Clara
“More than you miss me”
“You don’t know how much I miss you”, kelit Clara
“then you shouldn’t say ‘most’..”, jawab Shema Tak mau kalah
“Well, it’s just because you say ‘more’”
“Oh you can’t say that. You just..”
And he suddenly pulled my head and stole a quick kiss in my lips.
Smooth move, honey.
I always love the way his lips dancing on mine.
Dan seperti tak kenal gravitasi, aku melayang.

Senin, 07 Juli 2014

Dear Clara


Dear Clara....

Aku pernah menulis sebuah cerita untuk kamu. Tidak terlalu panjang, tapi disana tertulis beberapa kejadian manis tentang aku dan kamu.
Ya, tentang kita.
Ah, entahlah kau hadir bagaikan lejitan mentari yang tiba-tiba terang begitu saja,pada akhirnya akan kembali gemerlap dan kemudian terang lagi dihantarkan oleh waktu untuk menemaniku .
sekedar mengingatnya kembali pun debar masih saja terasa. haha!
Masih ingat bagaimana kamu Memberi semangat untukku dulu?  
Ingat kejadian ketika jemari kita tidak sengaja saling mengisi sela - sela diantaranya?
Saat itu, apa kamu juga merasakan debar yang sama?
Tentang jemari kita yang pernah tanpa sengaja saling mengisi.
Awalnya ku pikir kita bisa seperti itu.
Saling mengisi, saling melengkapi.
kamu, nyaris sempurna dengan Puteri iklan yang kerap mengisi khayalku, dulu.
aku suka menulis, kamu suka membaca.
aku suka bernyanyi, kamu suka bermain musik.
aku suka mendengarkan cerita, dan kamu adalah pendongeng yang baik.
Manis, bukan?
manis dia awal, pahit pada akhirnya hahaha
mungkin, kedekatan kita hanya sebatas rasa penasaranmu terhadapku saja, sekedar memenuhi rasa ketertarikanmu saja.
setelah semuanya terpenuhi ,
setelah kamu menemukan yang lebih menarik, setelah kamu menemukan yang menurutmu lebih baik.
semuanya berakhir.
Ternyata aku salah,
bukan ini yang semesta inginkan.
Bukan ‘aku dan kamu’ yang secara ajaib disatukan menjadi ‘kita’. Bukan.
karena mungkin, kita terlalu ‘sama’,
terlalu sempurna apabila disatukan.
kamu sendiri yang dulu pernah bilang kan?
“apapun yang ada kata ‘terlalu’ nya itu tidak pernah benar.”hahaha
Sudah ya, jangan datang dan pergi lagi. Ini hati, bukan pelabuhan.
semoga meski kita ada di kota berbeda, pada perjuangan yang berbeda. waktu masih saja berpihak untuk membahagiakan kita.
aamiin.
aku tidak akan mengucapkan padamu selamat tinggal.
nyatanya sampai saat ini aku belum pernah menemukan ada yang selamat dari kalimat ‘selamat tinggal’.
sampai jumpa di kebahagiaan - kebahagiaan yang akan datang.

My Story with Miracle (Ice Skate Scene)


Siapapun pasti gak menginginkan hubungan cinta yang mereka bangun dengan susah payah dan suka duka kandas di tengah jalan ( whatever ditengah jalan or di tengah rel kereta) yang jelas kita pasti menginginkan hubungan yang baik-baik saja dengan orang yang kita cintai.
Gue @Shema_ETR
Ini kisah cinta Gue, bersama orang yang gue sayang akhir-akhir ini (Artinya, terakhir gue sayang sama orang ya sama dia.)
Banyak banget kenangan yang sulit banget lari dari pikiran gue, makanya gue nulis cerita ini, gue sharing sama kalian siapa tau bisa berkurang dari ingatan gue . ( Emang nyambung?)
 Dari kalimat diatas kalian pasti tau lah kalau gue lagi dalam proses Move on?, NAH!!! ( ceritanya kalian kaget ) bener banget!! Gue emang lagi berusaha Move on dari doi.
Kalian pasti penasaran kan!! ( sok tau nya mulai dah shem-_-) gini deh gue ceritain sedikit tentang dia
Gue manggil dia itu Clara Miracle. (Bukan nama dari bayi nya dia)
Nama aslinya S**** P********* ( Cukup gue yang tau, Right!!)
Dia itu CANTIK!! (bayangin deh cewek cantik, siapapun itu)  terus mancung, putih, senyumnya manis banget dan satu lagi yang identic dengan dia, dia itu JENONG! Bukan sembarang jenong. Dia jenong unyu (emang ada jenong Unyu? Oke, suka suka gue deh, gue yang nulis. Eh ini ngapa jadi sewot sendiri-_- )
Intinya dia cantik, kalian bayangin aja personil Jkt48 yang jidatnya jenong. Hiihihiw…….
Dia suka banget sama anak kecil.pernah ada kejadian waktu itu, dia ngeliat anak kecil lagi main di sky ice ( itu loh yang jalan di es batu atau es apa lah, yang pake sepatu ) dia langsung nyamperin , nyubit pipi itu anak, dan kemudian dia kabur dengan kencangnya, gue langsung Cengo liat dia semangat banget kabur abis nangisin anak orang. Kalau gue ikutan kabur , kesannya gue itu gak tanggung jawabkan? akhirnya gue nyamperin anak itu, mumpung gak ada orang tuanya, gue mencoba ngerayu dia biar gak nangis kenceng. Gue nyari tukang balon didaerah situ tapi ternyata gak ada. Gak tau lagi libur atau cuti tukang balonnya ( ya kali tukang balon cuti shem-_-) intinya gue panic ! anak itu makin kenceng nangis nya. Clara dari jauh ngeliatin gue sambil terahak-bahak dengan girangnya. Gue planga plongo ( bayangin aja muka gue yang imut ini planga plongo) bukan karena panic tapi lagi mikir caranya diemin anak itu.
Gue jongkok, gue tatap matanya anak itu dalam-dalam, dia malah tambah kejer, entah karena gue terlalu imut atau memang dia gak pernah ngeliat orang yang sekece gue ( ga dimana-mana narsis lo tetep ada shem-_- )
Gue nyerah dan akhirnya gue kabur juga….. ( sok-sok bertanggung jawab endingya nyerah-nyerah juga-_- )
Gue liat kea rah belakang, ternyata anak itu lari-lari imut ngejar gue,
Gue langsung megang tangan clara, gue tatap matanya dalam-dalam..
“KABURRR………..”
Clara malah diem aja, dia nungguin anak itu deket sama posisi kita. Pas anak itu udah deket. Clara nyamperin anak itu sambil membukukan badan nya.
“Kamu korban dari dia juga ya de..” kata clara sambil nunjuk ke gue.
Anak itu ngangguk dengan polosnya.
Dan akhirnya mereka malah ngejar2 gue…  (padahal yang salah siapa , gue yang kena getah. Gak apa deh yang waras mah ngalah )
masih di sky ice, gue gak terlalu jago pake sepatu itu. pas mereka ngejar2 gue, gue baru sadar kalau clara itu korban MKKB ( Masa kecil kurang bahagia) wkwkwkwkw
kita bertiga udah kaya keluarga berencana, hahaha gokil.
Kita main kejar-kejaran sampai akhirnya anak itu pulang.
Clara ngelirik gue, ngasih air minum ke gue dan ngelap keringet gue.
“Shem…. Cepet lulus , ya J”  kata clara.
Gue gak berani liat matanya yang penuh harapan. ( eh serius gue ngetik nya sambil nangis.. huaaaa flashback!)
Gue Cuma bisa senyum membalas ucapan dia yang tadi, gue udah tau maksudnya apa.  Dan gue ngalihin pembicaraan.
“ kamu Lapar gak, yang?”
Clara gak ngejawab pertanyaan gue, kepalanya menunduk, jidatnya yang indah itu ( boongin) mengerut. Dia ngasih gue senyuman palsu. Gue tau dia kecewa karena gue ngalihin pembicaraan.  Gue takutnya clara nangis disitu makanya gue lagsung ngajak dia pulang.
Sekitar jam 8.30 kita pulang,
Didalam mobil, dia masih masang muka jutek nya.
Gue gak tega ngeliat dia sedih kaya gitu, akhirnya gue coba jelasin.
“Ra… kamu masih bête sama aku?”
Dengan muka jutek nya dia ngelirik gue sekilas. Terus dia buang muka lagi
“kamu gak serius, ya sama aku?”
Jawaban dia jelas-jelas bikin gue makin gak bisa jawab apa-apa.
Gue sayang dia, tapi gue sadar ini terlarang.
“ Kenapa kamu ngomong gitu? Kamu gak yakin sama aku?”
“Enggak!” jawabnya ketus
“Yaudah…”
“Ih kamu gak peka banget , sih?” kata dia membleh
“oke gue gak mau riibut mending kita pulang”
Sepanjang jalan dia cemberut,.  Akhirnya gue berentiin mobilnya di tempat sepi ( plis banget pikiran kalian gak usah kotor)
dia bingung sambil celingak celinguk.
“Kita dimana, yang?” kata dia
“ dimobil, yang”
“iya tau… di daerah mana-_-“
“ gak tau, intinya aku Cuma pengen berduaan sama kamu ;;)”
Muka nya memerah gitu kek tomat baru mateng =))
Gue genggam tangannya, tatap matanya. Trus dia meluk gue, gue setel lagu Celin Dion yang judulnya To Love you More. (lagunya enak banget sumpah)
“ kamu bilang kamu mau punya Anak?”
Kata dia “ Iya, emang kamu udah siap?” gue jawab “ Belum-_-“ mukanya cemberut lagi… bikin gregetan tau gak! Yaudah gue cium aja pipinya, gue gigit  pipinya. Dan……. (gak usah diterusin ya, kasian yang jomblo. Wkwk)

Sekian dulu cerita gue, nanti ada sambungannya dengan kenangan-kenangan yang lain. 

Malam Terakhir bersama Angel.


 kumulai ceritaku. Bersama gelap dan lara yang masih kau ukir dihati ini, aku harap kamu membacanya dan mengingat semua tentang kita. I miss you AngelDibatas kota Jakarta ini, aku masih mengingat semua tentangmu. Matahari yang menjadi saksi bahwa kita pernah bergandengan membelah senja, menyaksikan malam merayap perlahan, bahkan aku mengingat sesuatu yang terjadi malam itu, tentang percakapan kita untuk terakhir kali. Sebelum kau di jodohkan oleh kedua orang tuamu, kita berpisah mengabaikan janji-janji yang telah kita ikat, bahkan rembulan masih ingat kejadian malam itu. bersama angin berhembus menentukan arah,Kamu tau? Aku masih belum bisa lupa Bagaimana cara mu tersenyum, Air mata menetes berkali-kali setiap aku mengenangmu, ingin kuberitahu pada dunia bahwa aku masih mencintaimu.

Form
@Shema_ETR


“Angel, jika suatu hari nanti kita berpisah, bahkan tidak bertemu lagi. Mau kah kau menyimpanku? Maksud ku , kenangan yang kamu lewati bersamaku?”
“Menyimpannya dimana?”
“Dimana saja…. “
“Aku tidak bisa.”
“Kenapa??”
“Memoriku sudah penuh, penuh akan Canda tawa kita, semua yang kita lewati bahkan terekam sanggat jelas. Kamu membuat ku takut, Shem”
“Kenapa takut?”
“Pertanyaan mu tadi membuatku takut, jika benar suatu saat nanti kita berpisah bahkan tidak bertemu lagi, aku bisa apa? Sebelum bertemu denganmu, aku tidak bisa tersenyum selepas ini. Hari-hari yang ku lalui bersamamu terlalu bewarna, kamu bagaikan pensil warna , sedangkan aku hanya kertas kosong yang tidak berguna sebelum bertemu denganmu.”
“Tapi kita tidak bisa menebak takdir, sayang.”
“Maka dari itu Berjanjilah. Berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkanku.”
“Aku berjanji, tapi.. kamu sadarkah? Cinta kita terlarang?”
“Aku memang menganggap Cinta ini Cinta terlarang, Tapi aku tdk pernah menganggap cinta ini cinta yang salah”
“Kenapa begitu?”
“Aku tidak mau terlalu banyak membahas soal ini, yang aku tau aku ingin selalu bersama kamu.”
“Kalau begitu kemarilah, Biar ku dekap tubuhmu Sayang. Biarkan Waktu yang menjadi saksi bahwa kita tidak akan terpisah”
Angel menghampiriku, kudekap tubuhnya, merasakan hembusan nafasnya yang hangat. Kami pun bertatapan.
Angel memejamkan matanya memberi isyarat apa yang harus kulakukan.
Akupun langsung menaruh ciuman dibibir wanitaku, melumatnya dengan perlahan hingga lidahku berpilin menyentuh langit-langit mulutnya.
Ia merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk,  kedua tanggannya melingkar di pundakku, aku terus menciumi tubuhnya. Rembulan pun menjadi saksi betapa bahagianya aku malam itu.

Matahari terbit, perlahan cahaya nya yang indah mengalahkan gelap, menyuruh semua orang untuk lanjut beraktifitas,tapi tidak dengan ku aku masih terbaring di kasur empuk milik Angel. Kemudian Aku mecium aroma roti bakar, mendengar suara Susu kental yang di tuang ke gelas. Aku berusaha mengumpulkan nyawaku, agar bisa mengucapkan Selamat pagi kepada wanita cantik yang aku sayangi, ternyata ia sudah tidak ada lagi di dekapanku.
“Selamat pagi Wanita Tampan ku, pagi ini aku akan mulai mencintaimu. Seperti pagi yang sebelumnya. Aku akan terus mencintaimu.”
Angel memeluku dari belakang, mencium pipiku, menggigit telinga ku,. Adalah hal favorit yang dilakukan Angel kepadaku. Aku memutar tubuhku, menggeggam kedua tanganya, menatap matanya dan berkata.
“Selamat paggi juga, Wanita cantik yang selalu aku debatkan dengan tuhan agar dia menjagamu untukku.”
“Sarapan dulu yuk, aku udah bikini sarapa buat kamu”
“Really? Sepertinya kamu sudah berbakat menjadi istri”
“Kalau begitu pinanglah aku,Shem”
“Meminangmu?? Aku baru kelas 1 SMA. Aku belum sepenuhnya bisa bertaggung jawab jika aku meminangmu sekarang.”
“Kalau begitu akan aku tunggu sampai kamu benar-benar siap”
“Jika aku tidak akan pernah bisa siap?”
“Aku tetap menunggu…”
“Jika suatu saat nanti kamu jatuh hati pada seorang pria, bagaimana?”
“itu tidak akan terjadi, Shema. Kenapa kamu bicara seperti itu? “
“Aku hanya bertanya… aku takut itu terjadi.
“Kenapa??”
“Aku mencintai mu. Aku tidak ingin kamu dimiliki orang lain”
“Aku pun begitu. Melebihi cintamu padaku”

Kudekap lagi tubuhnya Angel, aku belai rambut nya, kemudian dia meneteskan air mata.
“Kenapa kamu menangis sayang?”
“Shema, berjanjilah, jika kita harus berpisah aku ingin Ajal yang memisahkan kita. Dimana aku tidak dapat bernafas lagi.”
Aku tatap wajahnya yang, menghapus air matanya.
“Hey kamu tidak perlu bicara seperti itu. izinkan tuhan yang mengatur semua nya..”
“Aku ingin tinggal di Indonesia bersama kamu, akan ku selesaikan skripsiku. Aku akan mulai membuka beberapa Restoran disana, aku mulai karir modeling ku di Indonesia.”
“jangan terburu-buru, selesaikan saja skripsi mu. Biar nanti aku yang urus semuanya”
“Shem, berapa banyak Fhem ( istilah untuk cewek dalam dunia koleb) yang pernah kau tiduri?”
Aku tertawa mendengar pertanyaan dia,
“kok kamu ketawa?”
“ Pertanyaan kamu seolah memaki ku bahwa aku hanya seorang Andro ( Istilah untuk cowok gondrong dalam dunia koleb) yang bajingan”
“Lha… memang iya kan??”
“ Iya. Aku terlalu bajingan karena sudah meninggalkan banyak Fhem untuk sekedar memilih mu”
“ Kamu gombal???”
“ Enggaaaaaaa sayanggg… “
Angel pun memukul-mukul manja tubuhku.

                                                **************
 Hari ini Angel kembali ke Singapore , terkadang aku kasian melihat dia bulak balik Indonesia-Singapore. Dia keras kepala, manja,, huftt… susah menghadapi dia. Jika dia mengingnkan sesuatu , tidak bisa ditunda. Aku selalu membayangkan suatu hari dia hamil anak ku, haha (sebuah khayalan) kemudian dia ngidam entah bermacam-macam rupa, dengan sifatnya yang egois pasti dia selalu ingin aku mencari apa yang dia mau.

Dia masih berkemas, seakan malas sekali untuk meninggalkan kamar itu, akupun menghampirinya
“Pesawat mau terbang jam 11.30, ini udah jam berapa? Masih mau main-main?”
“Shemaaaaa, kemarilah. Peluk aku dalam aktu yang sangat lama”
“Sayang, waktu kita hanya tinggal 2 jam, belum lagi berangkat ke airportnya. Mungkin memakan waktu satu setengah jam”
“kita punya waktu 30 menit kan? Peluklah aku. Untuk melepas kepergian ku”
Dia selalu ada alasan agar keinginanya tercapai-_-

Sesampainya di airport dia tidak melepaskan genggamannya, dia tetap menunduk dan beberapa kali matanya berkaca-kaca. Aku sebenernya ingin menangis, selalu. Setiap kali mengantarnya ke airport. Aku tidak menunjukannya karena takut dia terbebani, nanti dia gak mau pulang. Kan repot.
“Sayang, Janji ya kita ketemu lagi”
“Iya janji.. untuk kali ini biarkan aku yang kesingapore menghampirimu.
“Sudah berapa lama kita seperti ini”
“Apanya?”
“Menahan tangis setiap kali aku mau pulang”
“Sekitar 2 tahun… Angel, jaga dirimu baik-baik disana”
“Kamu juga, jangan nakal ya shem, segeralah menghampiriku disana. Aku tidak mau mendengar cerita bahwa kamu bersama cewek lain, siapapun itu, jangan terlalu tebar pesona, ingat aku mengandung anakmu”
“Are you kidding me?
“Anggap aja seperti itu, biar kamu gak nakal.”
“Siap tuan puteri”
“Kamu tidak mau menciumku ?”
“Aku tidak bisa menciummu di tengah keramaian seperti ini Angel -_-“
“Kalau gitu biar aku gigit Bibirmu, untuk terakhir kali sebelum kamu menghampiri ku kesana”
Tanpa basa basi angel pun menggit bibir ku, meremas rambut ku, menyubit pinggangku, suara ketawanya sangat nyaring ditelinga ku, cubitannya sakit. Tapi aku hanya bisa tertawa, membiarkan ia melakukannya dengan puas.

Angel berjalan meninggalkan ku, memang sudah waktunya kami terpisah lagi oleh jarak, aku percaya dia menjaga hatinya untukku, dia berbalik lagi, mengejarku dan memeluku.
“Aku pergi ya.. janji kita akan bertemu lagi”
Aku menatap matanya yang dipenuhi air yang hampir tumpah lewat kelopak mataya. Mencium bibirnya dan
“Aku berjanji, tunggu aku disana ya”

                                      *********************
 Hari pun berlalu dengan cepat, hingga pada akhirnya ku mengabarimu untuk pergi ke Singapore.
Aku pun merasakan jika rindu sudah menusuk sukma ku, aku tidak tahan! Aku ingin melawan!
Aku mengirim pesan text.
“Aku merindukanmu, besok aku berangkat kesana”
Lama ku tunggu balasan dari pesanmu, hingga dua bulan lamanya kau tak juga membalas. Aku bingung harus berbuat apa, aku bingung Sayang… Untuk menangis rasanya sudah tak bisa karena sering kuteteskan banyak air mata untukmu, rindu ini semakin semakin melilit tubuhku, sangat erat dan aku tak tahan.
Hingga esok hari kamu membalas Pesan text ku
“Aku ada diindonesia, maaf tidak memberi tahumu dulu. Temui aku di café Batavia pukul 3 sore.”
Aku langsung menghubungi nomor itu tapi tidak lagi aktif.
Esok harinya pukul 2 aku sudah tiba menunggumu. Dengan cemas. Aku ingin marah apa sebab mu tidak memberi tahuku kalau kamu di Indonesia. Lalu kenapa kemarin kamu menghilang. Sudah terbayang apa saja yang akan ku lakukan kepadamu, yang jelas aku ingin mendekapmu lebih lama dari 30 menit.
 Angel pun tiba. Aku tidak melihat senyum di bibir nya, yang aku lihat wajah kecemasan, wajah sedih dan terlihat sekali kamu sedang dalam masalah. Aku menyambut mu, Kamu meggengam tanganku, matamu berkaca-kaca ingin mengatakan sesuatu tapi sulit untuk membuka mulut, ada apa denganmu sayang.. aku terus bertanya dalam hati, kamu tidak seperti Angel ku. Angel yang pecicilan yang suka nya nyubit pinggang aku.
“Kamu kenapa sayang, cerita.”
Matanya masih berderai air mata, bibirnya bergetar tak sanggup melontarkan kata-kata. Ingin sekali aku dekap tubuhmu , tapi suasana di café itu sangat ramai.
“Bawa aku lari Shema, biarkan aku hidup bersama kamu selamanya.”
Bisiknya dengan lirih
Aku langsung membawanya lari, tapi ternyata bukan lari seperti itu yang dia inginkan, bukan lari-lari pagi yang biasa kita lakukan di minggu pagi.
Aku bingung harus ngapain, harus melakukan apa, aku membaanya ketempat sunyi agar dia bisa menceritakannya.
Kebetulan ada rumah kosong yang tidak jauh dari café itu.
“Ceritakan semuanya. Jangan membuatku bingung seperti ini.”
“Ajak aku kabur Shem, kita pergi ke Thailand untuk akad nikah.”
“Jangan terburu-buru Angel sudah berapa kali kubilang”
“jika kamu tidak mau, Aku tidak akan bisa menjalin hubungan dengan mu lagi, aku akan menikah dengan seorang pria, pilihan orang tua ku!”
Jawaban dia langsung saja mengiris kuping ku, eh salah. Hati ku… bagaikan teriris oleh pedang samurai aku benar-benar terluka, sangat terluka. Penantian ku kemarin ternyata kau balas dengan ini. Aku sakitt… mataku meluncurkan air yang tak dapat ku bendung.
“Kenapa kamu lakuin ini ke aku Angel???”
“Aku gak niat nyakitin kamu, kamu kan yang gak mau buat mempertahankan ini?”
“Aku mau!! Tapi aku belum bisa, aku masih tinggal sama orang tua aku. Orang tua aku adalah orang yang terhormat, apa kata orang kalau nanti aku bawa kabur kamu?”
“ Shem, Cuma ini jalan satu-nya yang kita punya, tapi terserah kamu mau apa enggak. Kamu gak tau ? aku berkorban banyak buat hubungan ini. Kamu gak tau? Setengah mati aku nolak perjodohan ini sama orang tua aku. Kamu pikir aku ngelakuin itu tanpa sebab???”
“Angel, ampuni aku.. aku gak bisaaaa, ngel. “
Angel tidak menatapku, bahkan ia acuh tak acuh. Aku tau, dia sangat kecewa. Tapi apa boleh buat aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa mengambil keputusan itu.
Angel bergegas pergi, tapi aku tarik tangan nya, dia tidak menatap ku sama sekali.
“Ternyata aku salah ya Shem, Aku terlalu memperjuangkan orang yang gak sama sekali ingin hidup sama aku. Aku rasa kita udah gak bisa terus sama-sama lagi”
“Angel , Please jangan ngomong gitu…”
“Aku dateng ke Indonesia Cuma punya 2 alasan. Yang pertama : aku pengen kasih tau kamu soal ini, dan berharap kamu siap buat lari sama aku ke Thailand. Tapi ternyata enggak! Kamu kaya pecundang, Shem. Yang kedua : Aku pemotretan pre-wedding di bali sama bryan , Calon suami aku. Dateng ya kepernikahan aku”

Angel melajutkan langkahnya perlahan, dengan tersedu-sedu.
“Angel??? Kamu inget gak waktu kamu janji gak akan ninggalin aku? Kamu inget kan ???”
Angel menghentikan langkahnya tanpa menghadap kepadaku, ia hanya melanjutkan tangisannya yang semakin kejer.
“Kamu kan janji gak akan tertarik untuk menikah sama pria pilihan ortu kamu kalau kamu di jodohin, kamu inget kan, sayang”
Angel terpuruk kemudian jatuh, aku menghampirinya. Ku belai rambut nya dan mendekap nya lagi.
Semua mungkin harus berakhir, kamu harus bahagia dengan dia pilihan orang tua mu. Aku hanya tersudut di ujung luka, memeluk sunyi dan menghitung sisa air mata.
Angel tidak mengatakan satu katapun, Mata indahnya masih terus meneteskan air hingga mascara nya luntur. Bibirnya yang tipis dan merah merona masih bergetar menahan hysteria perpisahan malam ini

“Pergilah sayang, aku disini merelakamu untuk orang lain. Maksud ku aku tidak membiarkan kamu terluka dan terus-terusan berjuang demi cinta terlarang ini, sudah saatnya kamu harus bahagia. Jangan takut. Jika suatu saat nanti ada yang bertanya “Kemana kekasihmu yang dulu kamu banggakan?” aku tinggal menjawab “ Dimanapun dia berada dia tetap selalu tumbuh dihatiku. Aku menyimpannya dengan rapi” dan jika meraka bertanya lagi “Kenapa tidak kau lupakan saja dia?” aku tinggal menjawab “ Melupakan dia tentu ah gampang tapi aku akan selalu di baying-bayangi dengan janji yang belum ku tepati. Maka dengan cukup mengenangnya kuharap aku bisa menebus semua itu.”
“Shem…” ucapnya
Aku memotong Ucapannya
“Malam ini aku melepaskanmu. Berjanjilah bahwa kau akan lebih bahagia bersamanya. Jangan berjanji untuk kembali. Jika nanti kau punya anak, maka jangan ceritakan kisah cinta kita, malam sudah terlalu larut untuk calon pengantin, besok kamu mau kebali kan? Pulangah temui calon suami mu, aku juga akan segera pulang. Aku akan istirahat total untuk menghadapi semuanya. Oh iya, bolehkah aku minta satu permintaan terakhir?”
“Apa itu?”
“Jika nanti kamu tidak bahagia dengan nya segeralah temui aku. Aku janji akan membahagiakanmu. Tapi bukan sekarang, aku hanya ingin kamu bahagia. Jika dengan dia kamu bahagia, maka aku akan ikhlas”

Malampun berganti pagi. Hari berganti hari, bulan pun juga terus berganti. Apa yang terjadi malam itu tidak akan pernah aku lupakan, setiap nafas yang kita hembuskan bersama telah menjadi saksi bahwasanya aku Mencintaimu, untuk sekarang dan selamanya…
Kamu disana pasti lagi bahagia, mungkin udah punya anak? Lama kita tidak pernah ketemu, kapan-kapan berkunjunglah ke Jakarta, aku menunggumu di batas kota Jakarta, tepatnya dimana kita selalu melihat Senja dan menanti rembulan
Terimakasih untuk segala hal indah. Maafkan atas dosa yang tertanam tidak sengaja semoga kau baik-baik saja
The end…


Semua orang memilik kisah cinta nya masing-masing. Hargai apa yang mereka rasakan. Karena berjuang saja belum cukup.                       -@Shema_ETR

Aku Mencintaimu, Clara.



image
Aku memandangi wajah Lelah Clara. Ia terlihat Cantik ketika tertidur, Sangat cantikkk.. menyenangkan sekali jika diperhatikan lama-lama.
Ia bergerak pelan sebelum membuka matanya, aku seperti melihat matahari terbit dari sana

“Selamat pagi Wanitaku” bisikku di Telinga Clara dan mencium keningnya
Ia berusaha membuka mata nya melingkarkan tangannnya ke leherku. Ia mengecup lembut bibirku, dan mencuri pandang wajahku. Ia mengecupku sambil menutup mata, dan aku sangat merasa bahagia karena dicintai dengan tulus oleh wanita cantik ini.

Ia melepaskan bibirnya dari bibirku lalu meletakkan jari manis nya di pipiku, menatapku tanpa kata lalu tersenyum lagi.

“Mau sarapan Apa?” Tanya Clara Masih memandang ku mesra
Scrambeld Egg”, Jawabku

Ia tertawa lalu bangkit dari kasur dan berjalan menuju dapur. apartemen yang kami inap tidak terlalu besar sehingga langkah kaki nya terdengar di telinga ku. Aku menuju Meja makan

“Here are you, Gants ” ucapnya sambil menyodorkan jus. Aku tersenyum nakal
“Thanks Cants…”

Ia tertawa, lalu mengambil frying pan dari rak meletakkan nya di atas kompor kemudian ia memanaskan mentega dan mengikat rambutnya dengan gaya dicepol, memperlihatkan tengkuk llehernya yang seksi.
Aku memperhatiakn tubuhnya yang masih berbalut selimut bewarna putih. Ia tidak mengenakan apa-apa selain sehelai selimut itu. aku menggelengkan kepala lalu tertawa kecil, betapa beruntungnya aku dicintai perempuan secantik, seseksi dan sebaik dia.
“Ada yang lucu?”.
Aku menatapnya, lalu menggeleng
“Ini pesananmu”. ujarnya sambil meletakkan sepiring Scrambled egg pesananku.
Kami sudah melakukan sarapan bersama seperti ini selama satu minggu terakhir ini. Semenjak resmi berpacaran dengan dia, aku jarang sekali bisa bertemu dengan dia apalagi menginap seperti ini, dia sibuk kerja dan aku sibuk sekolah. Aku lebih muda 3 tahun dari Clara.
Aku sudah menghabiskan sarapanku saat Clara menuangkan segelas air Putih untuk kuminum
Ia kemudian mengambil piring bekas makanan ku tadi lalu mencucinya, kebetulan dapur dan meja makan sangat dekat , ku perhatikan lagi lekuk tubuhnya dari kaki hingga tekuk lehernya yang menggodaku.
“Stop it!”. Kata nya sambil mencuci
“What-_-“. Tanyaku
“Stop staring at me like im a naked dancer”` gerutunya tanpa membalikkan badan nya
Aku tertawa lagi lalu menghampirinya dari belakang, menciumi tengkuk lehernya yang dari tadi meggodaku
“Youre so sexy I can help it?”. Bisikku sambil meraba perutnya dan perlahan naik ke atas
“Stop it, Shempak!” kata nya sambil membalik badan dan kemudian menatapku dengan galak
Ya ampun, sungguh amat cantik dan aku suka sekali melihat wajah judes nya. Aku jatuh hati kepadamu Clara.. aku sayang kamu!!!
Aku tertawa lalu mencium bibirnya sambil melusupkan tangankku dalam selimut yang ia pakai untuk menutupi lekuk tubuhnya. Aku mengelus punggungnya mencari letak kaitan Bra nya yang ingin kulepas, ternyata dia tidak memakai apapun =))
“Shem…. Semalem gak cukup?” kata ya sambil tertawa dan menggigit telingaku
Ia berjalan menuju kamar mandi, menutup pintu kamar mandi sambil menggodaku
“Damn it Clara! Jangan mandi dulu, tanggung banget kamu udah bikin aku pengen…”
sebelum kuhabisakan kata-kata ku ia langsung membuka pintu itu lalu berlari dan kemudian kaki nya melingkar di pinggangku, tangan nya melingkar dipudakku bibir nya mengecup bibirku, aku membalas kecupan nya.  Ia mengibaskan rambut panjangku , bibir nya mengalih ke leherku, lidah nya menari-nari dileher ku. Aku menghentikan  nya , lalu merebahkan tubuh nya di kasur. Dia terus saja berulah berusha membuka kancing kemeja yang ku kenakan.
image
“Stop Clara…”
“Why?” Clara menghentikan perlakuan nya. Aku segera bangkit dan melihat kea rah jam
“Aku sudah harus berangkat sekolah” jawabku
“Shem? Bisa gak gausah bikin aku nanggung?”
‘Maaf Clara aku buru-buru, nanti aku kesini lagi” Jawabku sambil meletakkan ciuman di bibirnya lalu bergegas pergi.
Terlihat Clara memandangi gerak gerik buru-buru ku. Aku terus kesana-kemari berjalan di kamar mencari tas sekolah dan seragam sekolah
“Tas dan sepatu ada di ruang tamu, dan baju seragam ada dilemari sudah aku setrika semalam, habis pulang sekolah langsung pulang, jangan lupa jam 4 jemput aku di lokasi.” Ujar nya sinis karena kesal
“Sungguh kau sangat berbakat menjadi isteriku nanti Clara, sabarlah sayang aku akan menyelesaikan pendidikan ku 2 tahun lagi. Aku akan mewujudkan cita-cita kita untuk tinggal bersama di Negara paman Sam” bisikku sambil memakai sepatu

“Clara? Aku mencintaimu” kataku sambil mengintip dari pintu. Dan kemudian berangkat.

Hujan selalu menjadi Saksi


Teruntuk kamu yang membangkitkan gairah ku, teruntuk kamu yang sangat aku cintai dan teruntuk kamu Makhluk tuhan yang aku kagumi kebaikannya , kecantikannya, hingga budi luhurnya.
CLARA MIRACLE (itulah sepenggal kalimat nama sapaan kesayangan ku kepadamu meskipun bukan dari nama aslimu)
Clara… Betapa kau harus tau kegugupanku menuliskan cerita ini. Sejujurnya aku bukan tidak mau mendedikasikan catatan sampah ini, hanya saja aku malu. Jika nanti kamu membacanya tidak seperti yang kamu inginkan apakah kamu akan marah? Jangan ya.. jangan marah.
Baiklah, sejujurnya aku tidak tau dari mana aku harus mulai menceritakan cerita tentang kita. Terlalu banyak hal-hal yang menyenangkan yang ku lalui bersamamu, terkadang aku malu kepada jendela yang menguak lebar menyilahkan cahaya matahari yang masuk ke kamarku dan melihatku tersenyum sendiri.  Mengingat-ingat kembali tentang kejadian-kejadian yang kita lalui, tawamu sungguh masih nyaring di telingaku, lekuk senyummu juga masih berseri di ingatanku , apalagi muka judes kamu yang terkadang aku sendiri gemes -_-
image
Kau ingat ? saat kita berdua berada di atas jok motor milikku sendiri, kau memeluk erat pinggangku, bersandar di pundak ku, sesekali gigimu menancap di kupingku, aku menjerit sakit tapi kamu malah mengikik girang, saking asyiknya kita bergurau di atas sepeda motor milikku tiba-tiba beberapa butir butir air jatuh dari arah langit, oh rupanya mau hujan…. Aku segera mempercepat kecepatan motorku agar bisa segera sampai ketempat tujuan, aku cemburu kepada butir air itu yang memanjakan dirinya satu persatu di permukaan kulitmu, membiarkan mereka mengeroyokmu hingga kamu basah, akhirnya kita berteduh disalah satu Café daerah Jakarta timur.  Kamu duduk dihadapanku sambil memutar-mutar sendok di segelas coklat panas pesananmu, melihatmu ngoceh-ngoceh sendiri dan sesekali bibirmu memanyun ketika membentuk huruf O, Kamu menghentikan ocehanmu, kemudian membelakkan matamu, mengangkat alis mu dan mengajak ku main ABC lima dasar saat itu. hahhahahaha seketika aku melotot dan berkata dalam hati ‘Apakah kamu sehat?” =)))

Kejadian lainnya yang aku ingat pada saat hujan turun, Oh iya terkadang aku berfikir kenapa setiap kali kita bertemu , hujan selalu mengundang kita untuk sekedar bertingkah gila di bawah rintik-rintiknya , Maka dari itu Aku selalu bahagia saat hujan turun karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri-_-
Raa… bolehkah aku minta satu hal padamu? Jika masa nya tiba, sebuah pertemuan akan bertemu dengan sebuah perpisahan.. dan jika kita berpisah apakah boleh aku dedikasikan momen momen yang kita lalui? Doakan saja aku agar bisa jadi penulis yang hebat, aku akan menulis buku-buku beraliran romance , oh atau tidak aku akan mencoba jadi sutradara agar bisa kubuat sebuah film yang mengangkat cerita cinta kita? Ra, aku lebay banget ya ? haha Bodoamat

Dari Orang yang sangat mencintaimu, Aa Chem =D