kumulai ceritaku. Bersama gelap dan lara yang masih kau ukir dihati ini, aku harap kamu membacanya dan mengingat semua tentang kita. I miss you AngelDibatas kota Jakarta ini, aku masih mengingat semua tentangmu. Matahari yang menjadi saksi bahwa kita pernah bergandengan membelah senja, menyaksikan malam merayap perlahan, bahkan aku mengingat sesuatu yang terjadi malam itu, tentang percakapan kita untuk terakhir kali. Sebelum kau di jodohkan oleh kedua orang tuamu, kita berpisah mengabaikan janji-janji yang telah kita ikat, bahkan rembulan masih ingat kejadian malam itu. bersama angin berhembus menentukan arah,Kamu tau? Aku masih belum bisa lupa Bagaimana cara mu tersenyum, Air mata menetes berkali-kali setiap aku mengenangmu, ingin kuberitahu pada dunia bahwa aku masih mencintaimu.
Form
@Shema_ETR
“Angel, jika suatu hari nanti kita berpisah, bahkan tidak bertemu lagi. Mau kah kau menyimpanku? Maksud ku , kenangan yang kamu lewati bersamaku?”
“Menyimpannya dimana?”
“Dimana saja…. “
“Aku tidak bisa.”
“Kenapa??”
“Memoriku sudah penuh, penuh akan Canda tawa kita, semua yang kita lewati bahkan terekam sanggat jelas. Kamu membuat ku takut, Shem”
“Kenapa takut?”
“Pertanyaan mu tadi membuatku takut, jika benar suatu saat nanti kita berpisah bahkan tidak bertemu lagi, aku bisa apa? Sebelum bertemu denganmu, aku tidak bisa tersenyum selepas ini. Hari-hari yang ku lalui bersamamu terlalu bewarna, kamu bagaikan pensil warna , sedangkan aku hanya kertas kosong yang tidak berguna sebelum bertemu denganmu.”
“Tapi kita tidak bisa menebak takdir, sayang.”
“Maka dari itu Berjanjilah. Berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkanku.”
“Aku berjanji, tapi.. kamu sadarkah? Cinta kita terlarang?”
“Aku memang menganggap Cinta ini Cinta terlarang, Tapi aku tdk pernah menganggap cinta ini cinta yang salah”
“Kenapa begitu?”
“Aku tidak mau terlalu banyak membahas soal ini, yang aku tau aku ingin selalu bersama kamu.”
“Kalau begitu kemarilah, Biar ku dekap tubuhmu Sayang. Biarkan Waktu yang menjadi saksi bahwa kita tidak akan terpisah”
Angel menghampiriku, kudekap tubuhnya, merasakan hembusan nafasnya yang hangat. Kami pun bertatapan.
Angel memejamkan matanya memberi isyarat apa yang harus kulakukan.
Akupun langsung menaruh ciuman dibibir wanitaku, melumatnya dengan perlahan hingga lidahku berpilin menyentuh langit-langit mulutnya.
Ia merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk, kedua tanggannya melingkar di pundakku, aku terus menciumi tubuhnya. Rembulan pun menjadi saksi betapa bahagianya aku malam itu.
Matahari terbit, perlahan cahaya nya yang indah mengalahkan gelap, menyuruh semua orang untuk lanjut beraktifitas,tapi tidak dengan ku aku masih terbaring di kasur empuk milik Angel. Kemudian Aku mecium aroma roti bakar, mendengar suara Susu kental yang di tuang ke gelas. Aku berusaha mengumpulkan nyawaku, agar bisa mengucapkan Selamat pagi kepada wanita cantik yang aku sayangi, ternyata ia sudah tidak ada lagi di dekapanku.
“Selamat pagi Wanita Tampan ku, pagi ini aku akan mulai mencintaimu. Seperti pagi yang sebelumnya. Aku akan terus mencintaimu.”
Angel memeluku dari belakang, mencium pipiku, menggigit telinga ku,. Adalah hal favorit yang dilakukan Angel kepadaku. Aku memutar tubuhku, menggeggam kedua tanganya, menatap matanya dan berkata.
“Selamat paggi juga, Wanita cantik yang selalu aku debatkan dengan tuhan agar dia menjagamu untukku.”
“Sarapan dulu yuk, aku udah bikini sarapa buat kamu”
“Really? Sepertinya kamu sudah berbakat menjadi istri”
“Kalau begitu pinanglah aku,Shem”
“Meminangmu?? Aku baru kelas 1 SMA. Aku belum sepenuhnya bisa bertaggung jawab jika aku meminangmu sekarang.”
“Kalau begitu akan aku tunggu sampai kamu benar-benar siap”
“Jika aku tidak akan pernah bisa siap?”
“Aku tetap menunggu…”
“Jika suatu saat nanti kamu jatuh hati pada seorang pria, bagaimana?”
“itu tidak akan terjadi, Shema. Kenapa kamu bicara seperti itu? “
“Aku hanya bertanya… aku takut itu terjadi.
“Kenapa??”
“Aku mencintai mu. Aku tidak ingin kamu dimiliki orang lain”
“Aku pun begitu. Melebihi cintamu padaku”
Kudekap lagi tubuhnya Angel, aku belai rambut nya, kemudian dia meneteskan air mata.
“Kenapa kamu menangis sayang?”
“Shema, berjanjilah, jika kita harus berpisah aku ingin Ajal yang memisahkan kita. Dimana aku tidak dapat bernafas lagi.”
Aku tatap wajahnya yang, menghapus air matanya.
“Hey kamu tidak perlu bicara seperti itu. izinkan tuhan yang mengatur semua nya..”
“Aku ingin tinggal di Indonesia bersama kamu, akan ku selesaikan skripsiku. Aku akan mulai membuka beberapa Restoran disana, aku mulai karir modeling ku di Indonesia.”
“jangan terburu-buru, selesaikan saja skripsi mu. Biar nanti aku yang urus semuanya”
“Shem, berapa banyak Fhem ( istilah untuk cewek dalam dunia koleb) yang pernah kau tiduri?”
Aku tertawa mendengar pertanyaan dia,
“kok kamu ketawa?”
“ Pertanyaan kamu seolah memaki ku bahwa aku hanya seorang Andro ( Istilah untuk cowok gondrong dalam dunia koleb) yang bajingan”
“Lha… memang iya kan??”
“ Iya. Aku terlalu bajingan karena sudah meninggalkan banyak Fhem untuk sekedar memilih mu”
“ Kamu gombal???”
“ Enggaaaaaaa sayanggg… “
Angel pun memukul-mukul manja tubuhku.
**************
Hari ini Angel kembali ke Singapore , terkadang aku kasian melihat dia bulak balik Indonesia-Singapore. Dia keras kepala, manja,, huftt… susah menghadapi dia. Jika dia mengingnkan sesuatu , tidak bisa ditunda. Aku selalu membayangkan suatu hari dia hamil anak ku, haha (sebuah khayalan) kemudian dia ngidam entah bermacam-macam rupa, dengan sifatnya yang egois pasti dia selalu ingin aku mencari apa yang dia mau.
Dia masih berkemas, seakan malas sekali untuk meninggalkan kamar itu, akupun menghampirinya
“Pesawat mau terbang jam 11.30, ini udah jam berapa? Masih mau main-main?”
“Shemaaaaa, kemarilah. Peluk aku dalam aktu yang sangat lama”
“Sayang, waktu kita hanya tinggal 2 jam, belum lagi berangkat ke airportnya. Mungkin memakan waktu satu setengah jam”
“kita punya waktu 30 menit kan? Peluklah aku. Untuk melepas kepergian ku”
Dia selalu ada alasan agar keinginanya tercapai-_-
Sesampainya di airport dia tidak melepaskan genggamannya, dia tetap menunduk dan beberapa kali matanya berkaca-kaca. Aku sebenernya ingin menangis, selalu. Setiap kali mengantarnya ke airport. Aku tidak menunjukannya karena takut dia terbebani, nanti dia gak mau pulang. Kan repot.
“Sayang, Janji ya kita ketemu lagi”
“Iya janji.. untuk kali ini biarkan aku yang kesingapore menghampirimu.
“Sudah berapa lama kita seperti ini”
“Apanya?”
“Menahan tangis setiap kali aku mau pulang”
“Sekitar 2 tahun… Angel, jaga dirimu baik-baik disana”
“Kamu juga, jangan nakal ya shem, segeralah menghampiriku disana. Aku tidak mau mendengar cerita bahwa kamu bersama cewek lain, siapapun itu, jangan terlalu tebar pesona, ingat aku mengandung anakmu”
“Are you kidding me?
“Anggap aja seperti itu, biar kamu gak nakal.”
“Siap tuan puteri”
“Kamu tidak mau menciumku ?”
“Aku tidak bisa menciummu di tengah keramaian seperti ini Angel -_-“
“Kalau gitu biar aku gigit Bibirmu, untuk terakhir kali sebelum kamu menghampiri ku kesana”
Tanpa basa basi angel pun menggit bibir ku, meremas rambut ku, menyubit pinggangku, suara ketawanya sangat nyaring ditelinga ku, cubitannya sakit. Tapi aku hanya bisa tertawa, membiarkan ia melakukannya dengan puas.
Angel berjalan meninggalkan ku, memang sudah waktunya kami terpisah lagi oleh jarak, aku percaya dia menjaga hatinya untukku, dia berbalik lagi, mengejarku dan memeluku.
“Aku pergi ya.. janji kita akan bertemu lagi”
Aku menatap matanya yang dipenuhi air yang hampir tumpah lewat kelopak mataya. Mencium bibirnya dan
“Aku berjanji, tunggu aku disana ya”
*********************
Hari pun berlalu dengan cepat, hingga pada akhirnya ku mengabarimu untuk pergi ke Singapore.
Aku pun merasakan jika rindu sudah menusuk sukma ku, aku tidak tahan! Aku ingin melawan!
Aku mengirim pesan text.
“Aku merindukanmu, besok aku berangkat kesana”
Lama ku tunggu balasan dari pesanmu, hingga dua bulan lamanya kau tak juga membalas. Aku bingung harus berbuat apa, aku bingung Sayang… Untuk menangis rasanya sudah tak bisa karena sering kuteteskan banyak air mata untukmu, rindu ini semakin semakin melilit tubuhku, sangat erat dan aku tak tahan.
Hingga esok hari kamu membalas Pesan text ku
“Aku ada diindonesia, maaf tidak memberi tahumu dulu. Temui aku di café Batavia pukul 3 sore.”
Aku langsung menghubungi nomor itu tapi tidak lagi aktif.
Esok harinya pukul 2 aku sudah tiba menunggumu. Dengan cemas. Aku ingin marah apa sebab mu tidak memberi tahuku kalau kamu di Indonesia. Lalu kenapa kemarin kamu menghilang. Sudah terbayang apa saja yang akan ku lakukan kepadamu, yang jelas aku ingin mendekapmu lebih lama dari 30 menit.
Angel pun tiba. Aku tidak melihat senyum di bibir nya, yang aku lihat wajah kecemasan, wajah sedih dan terlihat sekali kamu sedang dalam masalah. Aku menyambut mu, Kamu meggengam tanganku, matamu berkaca-kaca ingin mengatakan sesuatu tapi sulit untuk membuka mulut, ada apa denganmu sayang.. aku terus bertanya dalam hati, kamu tidak seperti Angel ku. Angel yang pecicilan yang suka nya nyubit pinggang aku.
“Kamu kenapa sayang, cerita.”
Matanya masih berderai air mata, bibirnya bergetar tak sanggup melontarkan kata-kata. Ingin sekali aku dekap tubuhmu , tapi suasana di café itu sangat ramai.
“Bawa aku lari Shema, biarkan aku hidup bersama kamu selamanya.”
Bisiknya dengan lirih
Aku langsung membawanya lari, tapi ternyata bukan lari seperti itu yang dia inginkan, bukan lari-lari pagi yang biasa kita lakukan di minggu pagi.
Aku bingung harus ngapain, harus melakukan apa, aku membaanya ketempat sunyi agar dia bisa menceritakannya.
Kebetulan ada rumah kosong yang tidak jauh dari café itu.
“Ceritakan semuanya. Jangan membuatku bingung seperti ini.”
“Ajak aku kabur Shem, kita pergi ke Thailand untuk akad nikah.”
“Jangan terburu-buru Angel sudah berapa kali kubilang”
“jika kamu tidak mau, Aku tidak akan bisa menjalin hubungan dengan mu lagi, aku akan menikah dengan seorang pria, pilihan orang tua ku!”
Jawaban dia langsung saja mengiris kuping ku, eh salah. Hati ku… bagaikan teriris oleh pedang samurai aku benar-benar terluka, sangat terluka. Penantian ku kemarin ternyata kau balas dengan ini. Aku sakitt… mataku meluncurkan air yang tak dapat ku bendung.
“Kenapa kamu lakuin ini ke aku Angel???”
“Aku gak niat nyakitin kamu, kamu kan yang gak mau buat mempertahankan ini?”
“Aku mau!! Tapi aku belum bisa, aku masih tinggal sama orang tua aku. Orang tua aku adalah orang yang terhormat, apa kata orang kalau nanti aku bawa kabur kamu?”
“ Shem, Cuma ini jalan satu-nya yang kita punya, tapi terserah kamu mau apa enggak. Kamu gak tau ? aku berkorban banyak buat hubungan ini. Kamu gak tau? Setengah mati aku nolak perjodohan ini sama orang tua aku. Kamu pikir aku ngelakuin itu tanpa sebab???”
“Angel, ampuni aku.. aku gak bisaaaa, ngel. “
Angel tidak menatapku, bahkan ia acuh tak acuh. Aku tau, dia sangat kecewa. Tapi apa boleh buat aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa mengambil keputusan itu.
Angel bergegas pergi, tapi aku tarik tangan nya, dia tidak menatap ku sama sekali.
“Ternyata aku salah ya Shem, Aku terlalu memperjuangkan orang yang gak sama sekali ingin hidup sama aku. Aku rasa kita udah gak bisa terus sama-sama lagi”
“Angel , Please jangan ngomong gitu…”
“Aku dateng ke Indonesia Cuma punya 2 alasan. Yang pertama : aku pengen kasih tau kamu soal ini, dan berharap kamu siap buat lari sama aku ke Thailand. Tapi ternyata enggak! Kamu kaya pecundang, Shem. Yang kedua : Aku pemotretan pre-wedding di bali sama bryan , Calon suami aku. Dateng ya kepernikahan aku”
Angel melajutkan langkahnya perlahan, dengan tersedu-sedu.
“Angel??? Kamu inget gak waktu kamu janji gak akan ninggalin aku? Kamu inget kan ???”
Angel menghentikan langkahnya tanpa menghadap kepadaku, ia hanya melanjutkan tangisannya yang semakin kejer.
“Kamu kan janji gak akan tertarik untuk menikah sama pria pilihan ortu kamu kalau kamu di jodohin, kamu inget kan, sayang”
Angel terpuruk kemudian jatuh, aku menghampirinya. Ku belai rambut nya dan mendekap nya lagi.
Semua mungkin harus berakhir, kamu harus bahagia dengan dia pilihan orang tua mu. Aku hanya tersudut di ujung luka, memeluk sunyi dan menghitung sisa air mata.
Angel tidak mengatakan satu katapun, Mata indahnya masih terus meneteskan air hingga mascara nya luntur. Bibirnya yang tipis dan merah merona masih bergetar menahan hysteria perpisahan malam ini
“Pergilah sayang, aku disini merelakamu untuk orang lain. Maksud ku aku tidak membiarkan kamu terluka dan terus-terusan berjuang demi cinta terlarang ini, sudah saatnya kamu harus bahagia. Jangan takut. Jika suatu saat nanti ada yang bertanya “Kemana kekasihmu yang dulu kamu banggakan?” aku tinggal menjawab “ Dimanapun dia berada dia tetap selalu tumbuh dihatiku. Aku menyimpannya dengan rapi” dan jika meraka bertanya lagi “Kenapa tidak kau lupakan saja dia?” aku tinggal menjawab “ Melupakan dia tentu ah gampang tapi aku akan selalu di baying-bayangi dengan janji yang belum ku tepati. Maka dengan cukup mengenangnya kuharap aku bisa menebus semua itu.”
“Shem…” ucapnya
Aku memotong Ucapannya
“Malam ini aku melepaskanmu. Berjanjilah bahwa kau akan lebih bahagia bersamanya. Jangan berjanji untuk kembali. Jika nanti kau punya anak, maka jangan ceritakan kisah cinta kita, malam sudah terlalu larut untuk calon pengantin, besok kamu mau kebali kan? Pulangah temui calon suami mu, aku juga akan segera pulang. Aku akan istirahat total untuk menghadapi semuanya. Oh iya, bolehkah aku minta satu permintaan terakhir?”
“Apa itu?”
“Jika nanti kamu tidak bahagia dengan nya segeralah temui aku. Aku janji akan membahagiakanmu. Tapi bukan sekarang, aku hanya ingin kamu bahagia. Jika dengan dia kamu bahagia, maka aku akan ikhlas”
Malampun berganti pagi. Hari berganti hari, bulan pun juga terus berganti. Apa yang terjadi malam itu tidak akan pernah aku lupakan, setiap nafas yang kita hembuskan bersama telah menjadi saksi bahwasanya aku Mencintaimu, untuk sekarang dan selamanya…
Kamu disana pasti lagi bahagia, mungkin udah punya anak? Lama kita tidak pernah ketemu, kapan-kapan berkunjunglah ke Jakarta, aku menunggumu di batas kota Jakarta, tepatnya dimana kita selalu melihat Senja dan menanti rembulan
Terimakasih untuk segala hal indah. Maafkan atas dosa yang tertanam tidak sengaja semoga kau baik-baik saja
The end…
Semua orang memilik kisah cinta nya masing-masing. Hargai apa yang mereka rasakan. Karena berjuang saja belum cukup. -@Shema_ETR