Selasa, 12 Agustus 2014

Perdebatan Kita yang amat kurindukan


Bunyi denting sendok dan mug berwarna coklat yang beradu ketika aku mengaduk kopi hangat sepagi ini. Cappuccino dan caramel.
“Selamat pagi..”, Sapa Shema kepada Clara yang memasuki dapur dan duduk di meja makan berwarna putih di dekat jendela, memandang ke luar.
“Pagi..”, balas Clara dengan suara serak khas bangun tidur. Suara paling seksi sedunia.
Shema membawa dua mug berwarna coklat itu ke meja dan meletakkan mug berisi cappuccino di hadapannya sambil tersenyum semanis mungkin. Shema mengambil kursi di sebelah Clara dan ikut memandang ke luar jendela.
Clara tersenyum lalu menyesap kopinya.
“I miss you more”. Shema menyesap kopi lagi sambil tetap menatapnya.
“More?”
“Yeah..”, jawab Shema sambil meletakkan kopi di meja dan mengaduknya.
“How can you say more? You don’t even know how much I miss you. I’m the one who miss you the most”, Protes Clara
Shema tersenyum.
“Most? You don’t know how much I miss you either”, jawab Shema santai.
Clara mengerutkan kening.
“Then you shouldn’t say ‘more’..”, balas Clara
“That’s the fact, I miss you more”
“More than what?”, cecar Clara
“More than you miss me”
“You don’t know how much I miss you”, kelit Clara
“then you shouldn’t say ‘most’..”, jawab Shema Tak mau kalah
“Well, it’s just because you say ‘more’”
“Oh you can’t say that. You just..”
And he suddenly pulled my head and stole a quick kiss in my lips.
Smooth move, honey.
I always love the way his lips dancing on mine.
Dan seperti tak kenal gravitasi, aku melayang.

Senin, 07 Juli 2014

Dear Clara


Dear Clara....

Aku pernah menulis sebuah cerita untuk kamu. Tidak terlalu panjang, tapi disana tertulis beberapa kejadian manis tentang aku dan kamu.
Ya, tentang kita.
Ah, entahlah kau hadir bagaikan lejitan mentari yang tiba-tiba terang begitu saja,pada akhirnya akan kembali gemerlap dan kemudian terang lagi dihantarkan oleh waktu untuk menemaniku .
sekedar mengingatnya kembali pun debar masih saja terasa. haha!
Masih ingat bagaimana kamu Memberi semangat untukku dulu?  
Ingat kejadian ketika jemari kita tidak sengaja saling mengisi sela - sela diantaranya?
Saat itu, apa kamu juga merasakan debar yang sama?
Tentang jemari kita yang pernah tanpa sengaja saling mengisi.
Awalnya ku pikir kita bisa seperti itu.
Saling mengisi, saling melengkapi.
kamu, nyaris sempurna dengan Puteri iklan yang kerap mengisi khayalku, dulu.
aku suka menulis, kamu suka membaca.
aku suka bernyanyi, kamu suka bermain musik.
aku suka mendengarkan cerita, dan kamu adalah pendongeng yang baik.
Manis, bukan?
manis dia awal, pahit pada akhirnya hahaha
mungkin, kedekatan kita hanya sebatas rasa penasaranmu terhadapku saja, sekedar memenuhi rasa ketertarikanmu saja.
setelah semuanya terpenuhi ,
setelah kamu menemukan yang lebih menarik, setelah kamu menemukan yang menurutmu lebih baik.
semuanya berakhir.
Ternyata aku salah,
bukan ini yang semesta inginkan.
Bukan ‘aku dan kamu’ yang secara ajaib disatukan menjadi ‘kita’. Bukan.
karena mungkin, kita terlalu ‘sama’,
terlalu sempurna apabila disatukan.
kamu sendiri yang dulu pernah bilang kan?
“apapun yang ada kata ‘terlalu’ nya itu tidak pernah benar.”hahaha
Sudah ya, jangan datang dan pergi lagi. Ini hati, bukan pelabuhan.
semoga meski kita ada di kota berbeda, pada perjuangan yang berbeda. waktu masih saja berpihak untuk membahagiakan kita.
aamiin.
aku tidak akan mengucapkan padamu selamat tinggal.
nyatanya sampai saat ini aku belum pernah menemukan ada yang selamat dari kalimat ‘selamat tinggal’.
sampai jumpa di kebahagiaan - kebahagiaan yang akan datang.

Aku Mencintaimu.


Aku mencintaimu.
Tak pernah sedikitpun terbersit niat dalam pikiranku untuk menyakiti kamu. Bahkan buruknya aku di pikiranmu, menyakiti diriku sendiri. Aku selalu ingin menjadi yang paling baik di matamu. Karena aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Hingga apa-apa tentangmu yang tak berhubungan denganku selalu berhasil membuatku cemburu. Aku ingin menjadi satu-satunya bagimu, sebagaimana kamu yang menjadi satu-satunya bagiku. Karena aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Setiap puisi cinta yang aku tulis, selalu lahir darimu. Selalu tentang kamu. Selalu mengabadikan tiap indahmu bagi desirku. Karena aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Sebab ia mencintaimu dan bersyukur atas kehadiranmu. Utuh.
jakarta
27 Maret 2014. 7:20 am
Shema ETR

Sepasang Malaikat



Aku lahir diantara keluarga yang istimewa. keluargaku hebat karena mampu mendidikku melihat setiap detail kehidupan dengan kacamata yang berbeda. Agar aku mampu memaknai hal sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa.
Ayahku, bagiku dia lebih hebat dari seorang Superman. Apapun dia lakukan agar mampu membuat keluarganya selalu merasa dalam kecukupan. Meski akibatnya jam istirahatnya hanya tersisa beberapa jam.
Suatu hari, dia bahkan rela menjadi seorang salesman sebuah brand sepeda motor, agar mampu membawakan ibuku sebuah mesin cuci tepat di hari ulang tahun perniikahan. :’)
Dia laki - laki yang tegas. Dia akan sangat marah padaku ketika aku lalai dalam menjaga diriku.
Dari kecil, ayah selalu bilang aku harus mampu menjadi tentara perang, setidaknya untuk diriku sendiri.
‘Soldier of mine’ :)
Dia penuh kasih Sayang, suatu malam menjelang pagi aku pernah memergokinya datang kekamarku diam - diam untuk sekedar membenarkan posisi selimutku, memastikan Putri kecilnya agar tidak kedinginan.
Ibuku,
tidak ada sosok yang pantas aku bandingkan dengannya. Dia luar biasa, si pekerja keras yang tidak pernah mengeluh meski keringatnya habis terkuras.
Dia Ibu yang hebat bagi anak - anaknya.
Dia istri yang luarbiasa untuk suaminya.
Ibuku tidak pernah keberatan menemani ayahku meski ia harus ikut merangkak dari dasar.
Ibuku, guru nomor satu. Dia mengajarkanku bagaimana harus bersikap sebagai wanita yang kuat.
Darinya, aku tahu apa itu definisi berjuang yang sebenarnya.
Ibuku tidak pernah keberatan meski harus berperan ganda, menjadi tenaga pendidik di sebuah sekolah dan menjadi ibu rumah tangga yang luar biasa ketika dirumah .
Ia tak keberatan harus tidur satu dua jam tiap harinya agar aku, kakak ku, dan adikuu mendapat pendidikan yang lebih layak.
Dia tidak ingin terlihat lemah, aku tidak pernah melihatnya menangis
selain saat dia berdoa usai tahajudnya.. Dan namaku tak pernah absen dicibir didalamnya. :’)
Kedua orang tuaku bukan tipe orang yang memiliki banyak waktu luang. Tapi aku tidak pernah merasa kurang perhatian.
Meski ketika kecil setiap hari aku harus terkunci didepan rumah menunggu mereka pulang bekerja, meski ketika kecil aku pernah merasa iri yang luar biasa karena saat anak lain berangkat ke sekolah bersama ibunya tapi aku harus berjalan sendirian.
Meski ketika kecil aku akrab sekali dengan kesepian, meski ketika kecil aku tidak jarang menjadi sasaran amarah mereka saat sedang pusing dengan berbagai tuntutan pekerjaan
Meski saat kecil aku tidak jarang menangis diam - diam.
Aku, tidak pernah menyesal.
Aku bersyukur sekali menjadi bagian dari keluarga ini.
Meski semua orang dirumah sibuk, tapi kami selalu menyediakan waktu untuk bertukar cerita tentang hari - hari berat yang berhasil kita lalui.
Kami tidak pernah kehabisan tawa dan kebahagiaan kami
Keluargaku hebat, Karena memiliki sepasang malaikat dengan satu potong sayap pada masing - masing bahunya. Malaikat itu selalu berpegangan tangan menyatukan sayapnya agar menjadi sempurna untuk bisa terbang.
Membawa kami ke tempat yang lebih tinggi agar lebih mampu menikmati semesta yang telah Tuhan hadiahi kepada kami.
Sepasang malaikat itu, kedua orangtuaku.:’)
Dibuat dengan perasaan yang masih hangat Karena sebuah pesan singkat
-Shema-
16 Juni 2014

Cinta Yang Terlambat




Untuk yang merasa kehilangan, puisi ini mingkin cocok…
Kenapa kita menutup mata kita ketika kita tidur?
ketika kita menangis? ketika kita membayangkan ?
itu karena hal terindah di dunia ini tidak terlihat…
Ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya
SEJALAN dengan kita…
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam
suatu keindahan yang serupa yang dinamakan CINTA
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan….
tapi ingatlah…..melepaskan BUKAN akhir dari dunia
Melainkan awal kehidupan baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
mereka yang telah mencari…..dan mereka yang
telah mencoba
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka…..
CINTA yang AGUNG?
adalah ketika kamu menitikkan air mata dan
MASIH peduli terhadapnya…
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu
MASIH menunggunya dengan setia
adalah ketika dia mulai mencintai yang lain dan
kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut
berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil….BEBASKAN dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan
terbang ke alam bebas LAGI
Ingatlah…. bahwa kamu mungkin menemukan cinta
dan kehilangannya…
tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati
bersamanya….
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang,
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan,
Kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan
kehidupan yang telah kau buat
TEMAN SEJATI… mengerti ketika kamu
berkata ‘aku lupa….’
menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘tunggu sebentar’
tetap tinggal ketika kamu berkata ‘tinggalkan aku sendiri’
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
berkata ‘bolehkah saya masuk?’
MENCINTAI…..
Bukanlah bagaimana kamu melupakan,
Melainkan bagaimana kamu memaafkan
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti
Bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasakan
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan,
melainkan bagaimana kamu bertahan
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati
dibandingkan menangis tersedu-sedu
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air
mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang
tidak akan pernah hilang….
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG
menang…..
tapi ketika cinta itu TULUS,
meskipun kalah, kita tetap MENANG
hanya karena kamu berbahagia……..
dapat mencintai seseorang……
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri…..
Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti
mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang
itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya
Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang menangis
bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Just The “Dunya”




You’re standing besides the sea,
Nothing but free,
Blue water surrounds your feet,
The feeling is so sweet,
Do you believe what your eyes see?
For some reason you can finally breathe,
A clear mind,
Standing still in time. 
I’m thinking about how it would be,
To live like this on a beach…
Sunny days make me feel complete,
Star filled nights makes my heart skip a beat.
But this is just the “Dunya”,
It’s like the part when we sleep.
I’d rather live out on the streets,
Than let this world ruin me…
It’s only my shade from the heat,
Money doesn’t talk for me.
How far can you see?
What about the poor and the needy?
Won’t be questioned about being greedy,
They’ll get paid in a later stage.
I want to stay far away from wealth,
I need to start taking care of my health,
No matter what, look out for yourself…
Need a partner here but not just for this life,
For the “akhirat”, help each other survive.
I’m looking ahead; I’m looking beyond,
Drop what you’re doing, we don’t have long…

Albert Einstein: Genius Pembuka Tabir Misteri Alam


Albert Einstein: Genius Pembuka Tabir Misteri Alam

einstein121
Manusia bumi abad 20 lalu yang paling besar jasanya bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia mungkin adalah Albert Einstein (AE). Dengan teori relativitasnya – baik teori relativitas umum dan teori relativitas khusus – berikut rumus matematisnya yang dahsyat itu: E = mc2, AE telah berhasil menjawab fenomena-fenomena alam yang belum mampu dijawab oleh teori fisika yang dihasilkan oleh pendahulunya, Isaac Newton dan kawan-kawan.
AE dilahirkan pada hari Jumat tanggal 14 Maret 1879 di kota Ulm, sebuah kota makmur di selatan Jerman, sebagai putera pertama dan satu-satunya putera dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline Koch. Tahun 1880, keluarganya pindah ke Munich dan di kota ini ayah dan pamannya membuka toko kimia elektro. AE tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat, tergolong anak yang pendiam, agak penyendiri, gemar membaca – sejak kecil AE gemar melahap buku-buku yang tergolong ”serius dan berat” –, mendengarkan musik, dan tidak menyukai olahraga yang penuh aturan. Wataknya yang keras membuat AE lebih banyak belajar sendiri di rumah atau di laboratorium pribadinya. AE juga menyukai kegiatan berlayar – yang membuatnya merasa tenang dengan menikmati alam – dan pandai memainkan biola. AE merupakan pasangan duet yang hebat dengan ibunya yang pandai memainkan piano.
Minat dan kecintaannya pada fisika dimulai pada saat ia berusia lima tahun. Saat ia terbaring lemah di tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya, ayahnya memberikan hadiah sebuah kompas. Kebesaran dan keagungan alam semesta yang terefleksi dalam sebuah kompas mempesonanya dan membulatkan tekadnya untuk menguak segala tabir misteri yang berada di balik segala fenomena alam.
Walaupun tidak begitu menyukai kegiatan di bangku sekolah, AE tetap mampu berprestasi dengan sangat baik, menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1900. Setelah dua tahun menganggur, akhirnya AE memperoleh pekerjaan di kantor paten di Swiss. Sambil menekuni kesibukannya di kantor paten – bahkan pernah ia dinobatkan sebagai Best Employer oleh atasannya – AE tidak pernah melupakan janji kepada dirinya sendiri untuk berkarir di bidang pengembangan ilmu pengetahuan khususnya fisika.
Tahun 1905, terbitlah empat tulisannya tentang teori relativitas dalam majalah sains Annalen der Physik. Tulisannya ini mengundang banyak kontroversi dan perdebatan di antara para ilmuwan ternama saat itu. Salah satu tulisannya tersebut diselesaikannya dalam lima minggu setelah mengendap dalam pikirannya sejak AE berusia 16 tahun! Bukan main!
Tahun 1909, AE diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, AE menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. AE juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu. Tahun 1933, AE beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya – baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti – terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, AE ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, AE meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia. Kendati begitu, AE sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya – teori relativitas umum dan khusus – digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.
Teori relativitas umum pada dasarnya berbicara tentang ruang alam semesta yang melengkung. Hal ini dibuktikan oleh dua orang ilmuwan yang penasaran melalui foto cahaya bintang yang menyimpang dari yang seharusnya. Teori relativitas khusus berbicara tentang hukum fisika berlaku sama untuk semua pengamat selama mereka bergerak dengan kecepatan konstan pada arah yang tetap. Hal ini dapat kita buktikan sendiri. Misalnya kita berdiri di peron dan melihat seseorang menggigit rotinya dua kali di dalam gerbong kereta Bagi kita yang ada di peron, kita mengatakan bahwa ia menggigit rotinya di dua tempat yang berbeda. Namun bagi orang-orang yang ada di dalam gerbong kereta, mereka mengatakan bahwa orang tersebut menggigit rotinya di tempat yang sama alias tidak berpindah tempat. Nah, di sinilah relativitas itu bekerja.
Mengenai hal ini AE pernah berkelakar. Jika kita duduk di atas panci panas selama satu menit saja, kita akan merasakannya seperti satu jam. Namun, jika kita duduk bersama dengan orang yang kita cintai selama satu jam, kita akan merasakannya seperti satu menit saja.
AE meninggalkan sebuah wasiat bagi para generasi penerus yang ingin mengikuti jejaknya. Pesannya: ”Persyaratan paling penting bagi orang yang ingin menjadi seperti saya adalah mawas diri dalam hal APA yang dipikirkannya serta BAGAIMANA ia berpikir, bukan dalam hal apa yang dikerjakannya atau dialaminya”. Inilah pesan yang sangat berharga bagi kita semua.
Melalui tulisan ini juga kami pengasuh ManDiri ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional dan selamat berjuang kepada adik-adik siswa SMU dan pengurus Tim Olimpiade Fisika Indonesia (http://www.tofi.or.id) yang akan mengikuti Olimpiade Fisika Internasional di Bali tanggal 24-31 Juli 2002. Bagi semua pembaca ManDiri, mudah-mudahan kita mampu menyerap serta mengamalkan segala pelajaran berharga yang tersirat dalam kisah singkat kehidupan AE di atas dalam kehidupan kita serta menularkannya kepada orang lain. Dengan demikian akan tercipta generasi penerus yang lebih baik lagi.