Bunyi denting sendok dan mug berwarna coklat yang
beradu ketika aku mengaduk kopi hangat sepagi ini. Cappuccino dan caramel.
“Selamat pagi..”, Sapa Shema kepada Clara yang memasuki
dapur dan duduk di meja makan berwarna putih di dekat jendela, memandang ke
luar.
“Pagi..”, balas Clara dengan suara serak khas bangun
tidur. Suara paling seksi sedunia.
Shema membawa dua mug berwarna coklat itu ke meja
dan meletakkan mug berisi cappuccino di hadapannya sambil tersenyum semanis
mungkin. Shema mengambil kursi di sebelah Clara dan ikut memandang ke luar
jendela.
Clara tersenyum lalu menyesap kopinya.
“I miss you more”. Shema menyesap kopi lagi sambil
tetap menatapnya.
“More?”
“Yeah..”, jawab Shema sambil meletakkan kopi di meja
dan mengaduknya.
“How can you say more? You don’t even know how much
I miss you. I’m the one who miss you the most”, Protes Clara
Shema tersenyum.
“Most? You don’t know how much I miss you either”,
jawab Shema santai.
Clara mengerutkan kening.
“Then you shouldn’t say ‘more’..”, balas Clara
“That’s the fact, I miss you more”
“More than what?”, cecar Clara
“More than you miss me”
“You don’t know how much I miss you”, kelit Clara
“then you shouldn’t say ‘most’..”, jawab Shema Tak
mau kalah
“Well, it’s just because you say ‘more’”
“Oh you can’t say that. You just..”
And he suddenly pulled my head and stole a quick
kiss in my lips.
Smooth move, honey.
I always love the way his lips dancing on mine.
Dan seperti tak kenal gravitasi, aku melayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar